Cara Membaca Indikator MACD Agar Profit

Logo TF
Cara Membaca Indikator MACD Agar Profit
Indikator MACD

Cara membaca indikator MACD untuk memprediksi suatu harga saham agar bisa mendapatkan profit memang sudah banyak yang melakukannya.

Mendapatkan untung dari investasi saham memang terlihat mudah dan menggiurkan. Setiap hari mungkin sering kita lihat para content creator di bidang ekonomi yang menunjukkan keuntungan sahamnya setiap hari yang mencapai gaji anda dalam sebulan.

Perjuangan mereka sebelum menjadi diri yang sekarang tidaklah mudah, pasti telah mempelajari banyak hal mengenai saham.

Sebagian besar pemula pasti ingin mendapatkan keuntungan dengan cepat dan memilih menjadi trader. Namun anda harus menguasai analisis teknikal sebelum memutuskan untuk trading.Salah satu analisis teknikal yang mudah dan biasa dilakukan adalah dengan indikator MACD.

Apa itu indicator MACD (Moving Average Convergence Divergence)?

Indikator MACD adalah sebuah indikator yang digunakan dengan melihat hubungan antara dua Exponential Moving Average (EMA) dalam sebuah tren tertentu selama 12 dan 26 hari terakhir.

Biasanya penggunaan MACD dapat memprediksi harga saham apakah akan bullish atau bearish. Namun sebelum mempelajari MACD, hendaknya anda mengetahui terlebih dahulu bagaimana cara menentukan support dan resistance dalam suatu grafik saham.

Support merupakan titik bawah atau harga terendah yang biasanya tidak ditembus, kebalikannya Resistance adalah titik atas atau harga tertinggi yang tidak dapat ditembus.

Mengetahui support dan resistance dapat membantu menentukan tren harga saham.

Bagaimana Cara Membaca Indikator MACD?

Pada chart, garis MACD akan terlihat di bagian bawah yang terlihat seperti monitor detak jantung. Disini ada 3 garis utama, garis signal yang berwarna merah, garis MACD yang berwarna biru, dan garis tengah.

Ada empat cara membaca indikator MACD saham.

  1. MACD Signal Crossover
    Cara ini dengan melihat garis MACD dan garis signal. Apabila garis MACD menembus garis signal ke arah atas, ini menunjukan sinyal beli atau bisa diartikan harga saham akan naik. Sebaliknya apabila garis MACD menembus garis sinyal ke arah bawah, harga saham akan turun. Akan tetapi analisis ini bisa juga salah diinterpretasikan, pada beberapa saham harga telah naik terlalu jauh saat Crossing bahkan sebaliknya.
  2. Histogram
    Histogram adalah deretan garis vertical ke atas dan ke bawah yang terletak di garis tengah. Histogram yang memuncak menandakan kemungkinan tren akan berubah, ini dapat dicirikan sebagai tanda-tanda crossing.
  3. MACD Baseline Crossover
    Garis tengah yang berada di titik 0 juga dapat menjadi salah satu sinyal kenaikan atau penurunan harga. Garis MACD yang mengarah ke atas garis baseline menunjukan sinyal kenaikan harga. Begitu pula sebaliknya apabila garis MACD menembus ke arah bawah yang menunjukan penurunan harga.
  4. Divergence
    Bandingkan puncak dan lembah pada grafik harga dengan grafik MACD. Biasanya pada grafik harga menurun, sedangkan pada grafik MACD tren meningkat menunjukkan sinyal harga akan naik.
    Itulah cara membaca indikator MACD yang dapat anda praktikan untuk trading saham. Pastikan untuk memilih saham yang dalam keadaan uptrend saat, serta Jangan terburu-buru mengambil keputusan, bandingkan juga dengan indikator lainnya

Kelebihan Menggunakan Idikator MACD

Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) adalah salah satu indikator populer yang digunakan dalam analisis teknikal trading saham ataupun forex.

Berikut adalah beberapa kelebihan yang dapat ditemukan dari penggunaan indikator MACD:

  1. Identifikasi trend: Indikator MACD dapat membantu trader mengidentifikasi arah trend pasar dengan lebih akurat. Indikator ini terdiri dari dua garis, yaitu garis MACD dan garis sinyal. Ketika garis MACD berada di atas garis sinyal, maka tren dianggap bullish, dan ketika garis MACD berada di bawah garis sinyal, maka tren dianggap bearish.
  2. dentifikasi momentum: Indikator MACD juga dapat membantu trader mengidentifikasi momentum pasar. Ketika garis MACD dan garis sinyal berada di atas garis nol, maka momentum dianggap bullish. Dan ketika garis MACD dan garis sinyal berada di bawah garis nol, maka momentum dianggap bearish.
  3. Sinyal pembalikan: Indikator MACD dapat memberikan sinyal pembalikan pasar yang cukup akurat. Ketika garis MACD memotong garis sinyal dari bawah ke atas, ini menandakan pembalikan bullish, dan ketika garis MACD memotong garis sinyal dari atas ke bawah, ini menandakan pembalikan bearish.
  4. Dapat digunakan dengan berbagai time frame: Indikator MACD dapat digunakan dengan berbagai time frame, sehingga dapat membantu trader dalam membuat keputusan trading baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
  5. Dapat digunakan bersamaan dengan indikator lain: Indikator MACD dapat digunakan bersamaan dengan indikator teknikal lain seperti RSI, Stochastic, atau Bollinger Bands untuk memperoleh konfirmasi sinyal yang lebih akurat.

Namun, perlu diingat bahwa meskipun indikator MACD memiliki kelebihan-kelebihan tersebut, indikator ini juga memiliki kelemahan dan dapat memberikan sinyal palsu jika digunakan secara tidak benar atau tanpa mempertimbangkan kondisi pasar secara keseluruhan.

Oleh karena itu, penting untuk memahami dan mempelajari indikator MACD dengan baik sebelum menggunakannya dalam trading forex.

Tempat belajar terbaik trading forex dan memulai trading forex disini.

Logo TF

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *